__temp__ __location__
`
Pak Taryo Antre Demi TMMD Reguler ke-129 Gumelem Kulon

Pak Taryo Antre Demi TMMD Reguler ke-129 Gumelem Kulon

Pak Taryo Antre Demi TMMD Reguler ke-129 Gumelem Kulon

Banjarnegara - Pemandangan sederhana namun penuh makna terlihat di lokasi TMMD Reguler ke-129 TA 2026 Kodim 0704/Banjarnegara di Dusun Kunir RT 01/09, Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Kamis (30/07/2026). Dengan sebuah angkong di tangannya, Pak Taryo berdiri sabar mengantre giliran mengambil adukan beton dari mesin molen untuk mendukung pembangunan rabat beton sepanjang 737 meter, lebar 2,5 meter, dan tebal 0,15 meter.

 

Meski harus menunggu di tengah terik matahari, Pak Taryo tetap tersenyum. Begitu angkongnya terisi penuh, ia segera mendorongnya menuju titik pengecoran. Langkahnya mantap, menyusuri jalur yang dipenuhi aktivitas anggota Satgas TMMD dan warga yang bekerja tanpa mengenal lelah.

 

Di lokasi pembangunan, antrean angkong menjadi pemandangan yang biasa. Setiap warga mendapat giliran membawa adukan beton agar pekerjaan tetap berjalan lancar dan tidak terjadi penumpukan di sekitar mesin molen. Pola kerja yang tertib tersebut membuat proses pengecoran berlangsung lebih efektif.

 

Pak Taryo mengaku tidak keberatan menghabiskan waktunya membantu pembangunan jalan desa. Baginya, jalan yang sedang dibangun akan memberikan manfaat besar bagi seluruh masyarakat, terutama untuk memperlancar akses pertanian, memudahkan anak-anak menuju sekolah, dan mendukung aktivitas ekonomi warga.

 

Sementara itu, anggota Satgas TMMD terus mengatur ritme pekerjaan. Ada yang mengoperasikan mesin molen, mengisi angkong dengan adukan beton, meratakan cor, hingga memastikan ketebalan jalan sesuai spesifikasi. Kekompakan antara TNI dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mempercepat penyelesaian sasaran fisik TMMD.

 

Program TMMD Reguler ke-129 TA 2026 Kodim 0704/Banjarnegara mengusung tema "TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri Dari Desa." Semangat itu tercermin dari kesabaran Pak Taryo yang rela mengantre demi membawa adukan beton. Dari sebuah angkong yang didorong bergantian, lahirlah jalan baru yang kelak menjadi urat nadi kehidupan masyarakat Desa Gumelem Kulon, sekaligus simbol kuatnya budaya gotong royong yang tetap hidup di tengah masyarakat.(Pendimbna).

Wahyu Seiawan

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *