oleh

3 Pemimpin Perempuan di Tokopedia Bicara tentang Industri Teknologi

NUSANTARA ZONE – Segenap penduduk Indonesia, khususnya kaum perempuan, memperingati hari kelahiran Pahlawan Nasional Kartini setiap tanggal 21 April. Perjuangan dan semangat Kartini mengupayakan emansipasi perempuan agar setara dengan kaum laki-laki di masanya telah menginspirasi seluruh generasi penerus bangsa selanjutnya.

Kini, nyaris satu abad setelah Kartini wafat, sejumlah perempuan andal telah meraih prestasi dengan memangku posisi-posisi penting di masyarakat ataupun dunia profesional. Tentu masih ada hal yang perlu dikembangkan.

Dilansir dari Tech in Asia Indonesia yang telah berbincang-bincang dengan tiga pemimpin perempuan di Tokopedia, mereka membagikan pandangannya mengenai kesetaraan gender di dunia kerja secara umum, dan di perusahaan tempat mereka bekerja.

Puput Hidayat – Associate Vice President of Product
Ketertarikannya dengan teknologi mendorongnya untuk menimba ilmu di jurusan Teknik Elektro di Institut Teknologi Bandung. Setelah berkarier di bisnis telekomunikasi, ia melanjutkan studi ke Stephen M. Ross School of Business, Universitas Michigan, Amerika Serikat.

Puput bergabung dengan Tokopedia dengan misi untuk membantu para pengusaha kecil menengah di Indonesia mengembangkan bisnis mereka melalui teknologi. Misi ini terinspirasi dari orang tuanya yang juga pemilik usaha kecil di Bandung.

Apakah industri teknologi cukup mendukung keragaman gender dan memberdayakan perempuan?

“Sektor teknologi di Indonesia relatif lebih progresif dalam mendukung keragaman gender di tempat kerja. Perusahaan teknologi telah memelopori penerapan tempat kerja dan budaya inklusif. Peningkatan pemberdayaan perempuan dalam bentuk menunjuk perempuan untuk jabatan eksekutif, mendorong lebih banyak wanita untuk melamar posisi pimpinan, dan mempromosikan sektor teknologi di kalangan pelajar dan mahasiswa.

“Lingkungan kerja pun dibuat lebih akomodatif, dengan penerapan sistem waktu kerja fleksibel, kerja jarak jauh, dan fasilitas seperti child care atau paternity leave untuk laki-laki dan perempuan. Budaya kerja seperti ini memberikan keleluasaan bagi perempuan dan laki-laki untuk menyeimbangkan waktu dan kontribusinya di pekerjaan dan keluarga.”

Apakah Tokopedia mendukung keragaman gender?

“Tokopedia sangat berkomitmen untuk mendukung mewujudkan keragaman gender di tempat kerja. Saya dapat melihat tidak sedikit perempuan yang menduduki posisi pimpinan di Tokopedia. Hampir pada setiap fungsi terdapat pemimpin perempuan yang bukan hanya memiliki keahlian mendalam di bidangnya tetapi juga secara aktif menginspirasi orang lain untuk juga berkarier di fungsi tersebut.

“Peran aktif Tokopedia dalam mendukung keterlibatan perempuan dapat dilihat melalui program ‘START Women in Tech’. Program di bawah naungan Tokopedia Academy ini bertujuan untuk memberi pengetahuan dan mempromosikan partisipasi perempuan di sektor teknologi.

“Lewat acara ini, kami mempertemukan perempuan dari berbagai perusahaan teknologi untuk berbagi pengalaman dan bertukar pikiran mengenai isu terkini yang dihadapi perempuan di tempat kerja, baik itu dari sisi keahlian teknologi atau kepemimpinan.”

Ada pesan bagi perempuan Indonesia yang ingin terlibat dalam industri teknologi?

“Buatlah pilihan kariermu dengan sadar, bukan hanya karena pengaruh kisah sukses orang lain atau tren yang sedang naik daun. Sektor teknologi memang menawarkan banyak kesempatan untuk mengembangkan diri dan memberikan manfaat untuk orang banyak, tapi ini bukan satu-satunya tempat untuk berkarier.

“Tidak ada salahnya mencoba terjun di sektor ini, tetapi tanyakan kembali apakah kamu memiliki ketertarikan dan passion terhadap teknologi. Perkaya dirimu dengan informasi dan keahlian yang dibutuhkan, dan akhirnya putuskan dengan sadar apakah industri teknologi adalah sektor yang tepat bagimu untuk membangun karier jangka panjang.

“Karier itu perjalanan personal, tidak ada benar salah. Pada akhirnya, lakukan hal yang sesuai dengan kebutuhan, passion dan panggilan hati.”

Hilda Kitti – Vice President of Marketing
Setelah menyelesaikan pendidikan di Institut Teknologi Bandung dan menyandang gelar magister Business Leadership, Hilda mengawali kariernya di dunia FMCG sebelum bergabung dengan Facebook dan kemudian Tokopedia.

Secara pribadi, Hilda memiliki ketertarikan untuk bekerja bersama Tokopedia karena memiliki kesamaan nilai dengan yang ia yakini, yaitu mendorong siapa pun untuk memiliki peluang yang sama, serta dorongan kuat yang dimiliki perusahaan untuk menang, dengan cara yang benar.

Apakah pernah mendengar mitos-mitos yang mengakibatkan kesenjangan gender di tempat kerja? Bagaimana cara meluruskannya?

“Ya, masih ada mitos kurang berdasar di masyarakat. Hal tersebut merupakan residu dari sistem sosial patriarki yang menempatkan laki-laki sebagai pemegang kekuasaan, menimbulkan bias ketika orang meninjau bakat perempuan.

“Perempuan harus mampu menunjukkan bahwa dengan kepemimpinannya dalam sebuah organisasi atau perusahaan maka akan tercipta sistem yang tidak kalah efektif, di level mana pun pemimpin perempuan itu berada. Ini pada akhirnya akan membuka lebih banyak peluang bagi perempuan untuk menjadi pemimpin.”

Apakah hal positif dari Tokopedia yang menunjukkan dukungan perusahaan pada keragaman gender?

“Saya melihat banyak pemimpin senior perempuan di Tokopedia. Terlebih, saya melihat dukungan perusahaan untuk para Nakama (sebutan untuk karyawan Tokopedia) perempuan ketika mereka menjadi ibu. Ini sangat penting, karena banyak perempuan memutuskan berhenti bekerja setelah mereka memiliki anak.

“Perusahaan memiliki inisiatif bagi Nakama yang baru menjadi ibu untuk kembali bekerja, antara lain cuti melahirkan selama 90 hari dan masa transisi, memberikan kesempatan bagi ibu baru untuk menyesuaikan tanggung jawab di pekerjaan dengan mengurus keluarga dan anak.

“Tersedia pula fasilitas penunjang bagi ibu berkarier, seperti ruang menyusui hingga Kids Room sehingga para ibu baru dapat membawa anak ke tempat kerja.”

Vania Chandra – Lead Product Manager
Kekagumannya pada karakter Benji, seorang peretas, yang diperankan Simon Pegg di film Mission: Impossible 3, membuat Vania memilih untuk mempelajari ilmu komputer. Setelah meraih gelar Bachelor of Computer Science dari University of California, Amerika Serikat, dan bekerja di Amazon, ia memutuskan untuk pulang ke Indonesia dan bergabung dengan Tokopedia pada tahun 2019.

Di Tokopedia, Vania mengawali kariernya sebagai Lead Software Engineer. Kini ia menjabat sebagai Lead Product Manager yang bertanggung-jawab untuk mengembangkan merchant.

Apakah tantangan terbesar dalam kariermu di industri teknologi, khususnya selama bekerja di Tokopedia?

“Tantangan terbesar berkarier di lingkungan yang bergerak sangat cepat adalah harus bisa beradaptasi dengan cepat juga, termasuk beradaptasi dengan kebutuhan para pengguna Tokopedia yang terus berkembang.

“Perilaku pengguna yang dinamis harus dapat kami antisipasi sehingga kami dapat selalu memenuhi kebutuhan pengguna. Untuk itu, saya perlu mengukur seberapa berdampak hal-hal yang kami lakukan. Bersikap komunikatif tentang apa yang perlu diprioritaskan dan apa yang perlu ditingkatkan juga menjadi kunci dan memiliki tantangannya sendiri.”

Siapakah perempuan yang menjadi panutan?

“Yang pertama adalah ibu saya. Beliau dapat dengan mulus beralih-peran sebagai perempuan yang bekerja, belajar, dan juga ibu rumah tangga. Saya juga memiliki mentor di Tokopedia yang selalu mendorong saya untuk terus bertumbuh dan menanamkan keunggulan yang saya miliki di dalam pekerjaan. Perempuan-perempuan lain yang berada di dalam lingkungan saya juga berperan sebagai support system.”

Ada pesan bagi perempuan Indonesia yang ingin terlibat dalam industri teknologi?

“Terus berusaha menemukan hal-hal yang kamu peduli dan ingin perbaiki. Selalu miliki rasa ingin tahu dan jangan pernah berhenti belajar. Selalu ada ruang untuk berbagai keahlian yang tersedia dalam industri teknologi.

“Teknologi semakin maju dan akan terus maju, sehingga tidak ada kata terlambat untuk bergabung. Pesan ini bukan hanya untuk perempuan tetapi juga laki-laki.

“Meskipun keterampilan teknis jelas merupakan suatu keharusan, kemampuan untuk bekerja bersama di dalam tim juga tidak kalah penting. Bangun hubungan dengan orang lain, komunikasikan keinginanmu tanpa mengabaikan orang lain. Maintain a positive attitude.”

Tokopedia adalah perusahaan teknologi Indonesia dengan marketplace terdepan di Indonesia. Misinya adalah mendorong pemerataan ekonomi secara digital. Cari tahu lebih lanjut dengan mengunjungi situs web Tokopedia.

Artikel Asli

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

News Feed